MALANG--Film Ketika Cinta Bertasbih yang akan putar serentak di seluruh biskop Indonesia dan delapan negara pada 11 Juni mendatang siap memukau pecinta film di Kota Malang.
"Alur cerita yang romantis dengan latar belakang kehidupan Islami diharapkan sukses meraup penonton apalagi di Padang yang kultur masyarakatnya Islami," kata Head of Public Relation Sinemart Abdul Aziz, saat konfrensi pers peluncuran film Ketika Cinta Bertasbih, di Plaza Andalas, Padang, Minggu (31/05/2009).
Hadir dalam konpers tersebut, kelima pemeran utama Ketika Cinta Bertasbih yakni Kholidi Asadil Alam (pemeran Khairul Azzam), Oki Setiana Dewi (Anna Althafunnisa), Meyda Sefira (Ayatul Husna), Alice Norin (Eliana) dan Andi Asril (Furqon).
Film yang diangkat dari novel berjudul sama karya Habiburrahman El Shirazy yang juga penulis novel Ayat-ayat Cinta, diproduksi Sinemart dengan disutradarai Chaerul Umam.
Cerita berlatar belakang Kairo, Mesir dan daerah Solo serta Magelang, Jawa Tengah ini menghabiskan dana Rp12 miliar dengan lama produksi 27 bulan.
"Selain Indonesia, film ini juga akan diputar di Malaysia, Brunei, Singapura, Hongkong, Taiwan, Mesir dan Australia," kata Abdul Aziz.
Kendala yang paling sulit selama proses syuting menurut Aziz adalah sulitnya mengurus izin syuting di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. "Film ini merupakan film pertama yang mengambil lokasi syuting di Universitas Al Azhar," ucap Aziz.
Sementara Oki, pemeran Anna mengaku bahasa menjadi kendala selama syuting di Mesir karena para pemain tidak cukup fasih berbahasa Arab. "Untung saja ada translater selama disana," kata Oki.
Alice Norin, bintang sinetron yang memerankan Eliana mengaku perbedaan cuaca yang menjadi kendala baginya saat syuting di Mesir karena saat itu sedang masuk musim dingin.
Sedang Kholidi mengaku banyak perubahan yang dialaminya usai memerankan tokoh Azzam terutama wawasan agama yang semakin bertambah. "Saya amat bersyukur jika film ini sukses," kata Kholidi.
0 komentar:
Posting Komentar